E-School System · Internal Discovery Doc · Bukan untuk klien

Discovery Questions — E-School SaaS

Panduan interview konsultan sebelum sesi dengan founder / klien
Cara pakai: Ini questionnaire discovery, bukan form isian. Bacanya sebelum sesi, supaya gak ada yang kelewat. Mulai dari Section A dulu — business model harus clear sebelum ngomongin teknis. Jawab pakai nomor di sesi capture (mis. "A1: demo ke sekolah"). Pertanyaan dengan 🔥 gotcha mahal = kalau kelewat, scope bisa meledak atau harus refactor dari awal.
A1 Nomor pertanyaan
🔥 gotcha mahal Pertanyaan kritis — wajib digali tuntas
Kenapa ditanya / apa risikonya kalau kelewat

Daftar Seksi

A Bisnis & Model 🎯 TANYA DULU
A1
Dummy pertama ini buat apa — demo jualan ke sekolah, pitch investor, atau prototipe teknis internal? 🔥 gotcha mahal
Scope bisa beda 10x tergantung tujuan. Wajib jelas dulu.
A2
Dummy = UI klik-able pakai data palsu, atau end-to-end beneran tapi 1 sekolah aja? 🔥 gotcha mahal
Beda antara 1–2 minggu (UI shell) vs 2 bulan (real single-tenant).
A3
Target customer: sekolah negeri, swasta, bimbel, atau kampus? Jenjang SD/SMP/SMA?
Nentuin fitur, regulasi, format raport.
A4
Skala target tahun pertama: berapa sekolah, berapa total siswa?
5 sekolah vs 500 = arsitektur & infra beda total.
A5
Model billing: per-sekolah, per-siswa, per-seat, atau flat? Bulanan/tahunan? Ada trial?
Inti SaaS. Nentuin desain billing & subscription dari awal.
A6
Harga target & positioning dibanding kompetitor (Quipper dll)?
Nentuin margin & batas biaya development.
A7
Siapa yang bayar vs siapa yang pakai? Decision maker di sekolah siapa?
Sekolah beli, guru+siswa pakai. Pengaruh ke onboarding & sales.
A8
Budget & timeline ekspektasi dari temen/founder?
Realistis atau enggak — cek sejak awal.
A9
Kalau sekolah telat bayar, datanya di-lock atau dihapus?
Aturan retensi data = keputusan produk + legal.
A10
Reference Quipper & Moodle — apa yang mau ditiru, apa yang sengaja dibedakan?
Biar gak asal "samain semua", fokus ke pembeda.
B User & Role 4 pertanyaan
B1
Role apa aja? Cuma Guru/Siswa/Wali, atau ada Admin sekolah, Kepsek, TU, Wali kelas, BK?
Tiap role = permission set + view beda. Mahal kalau ketambahan belakangan.
B2
Satu user bisa punya banyak role sekaligus? (guru yang juga wali murid)
Pengaruh besar ke desain auth & permission.
B3
Wali murid bisa akses berapa anak? Bisa anak beda kelas / beda sekolah?
Edge case akses data yang sering kelewat.
B4
Siapa yang bikin akun — admin sekolah provisioning, atau user self-register?
Nentuin alur onboarding & keamanan.
C Fitur Inti 9 pertanyaan
C1
Dashboard guru vs siswa — bedanya konten apa aja?
Biar gak bikin 1 dashboard dipaksa muat semua.
C2
Absensi: metode manual klik, QR, GPS, atau face recognition? Absensi guru jadi basis penggajian?
Tiap naik level = biaya naik. Kalau basis gaji → butuh akurasi + audit log.
C3
Ujian: perlu proctoring (anti-contek)? Tipe soal PG/essay/upload? Auto-grade? Kalau internet siswa putus di tengah ujian gimana?
Integritas ujian = modul besar tersembunyi. Internet putus = gotcha brutal.
C4
Raport: formula nilai tiap sekolah beda? Kurikulum Merdeka atau KTSP? Skala angka/huruf/deskriptif? Harus format Dinas? Export PDF + TTD digital kepsek? 🔥 gotcha mahal
Formula raport variatif antar sekolah. Hardcode = neraka. Gali sampe jelas.
C5
Tugas harian: siswa submit file? Ada deadline? Guru kasih nilai?
Mirip ujian versi ringan — tetap perlu alur grading.
C6
Materi ajar: perlu upload video? Batas ukuran file?
Storage + bandwidth = biaya kontinu, bukan one-time.
C7
Notif pantau wali: real-time atau ringkasan harian? Channel in-app, WhatsApp, atau email?
Real-time + WA = infra lebih berat + birokrasi Meta API.
C8
Artikel sekolah: siapa yang publish? Perlu approval sebelum tayang?
Nentuin perlu CMS + workflow approval atau enggak.
C9
Galeri sekolah: perlu consent publish foto siswa (di bawah umur)?
Isu privasi anak — nyambung ke UU PDP.
D Teknikal & Arsitektur 7 pertanyaan
D1
Multi-tenancy: isolasi data shared DB + tenant_id, atau DB terpisah per sekolah? Sekolah perlu custom branding/subdomain? 🔥 gotcha mahal
Keputusan arsitektur hari-1. Mahal banget diubah belakangan.
D2
Data anak di bawah umur — UU PDP: consent wali, retensi data, hak hapus gimana? 🔥 gotcha mahal
Kewajiban legal. Salah desain = risiko hukum.
D3
Sekolah udah punya data siswa di Excel/sistem lama yang perlu di-migrasi?
Import migration selalu diremehkan, makan waktu.
D4
Perlu integrasi Dapodik (data pokok pendidikan pemerintah)?
Integrasi eksternal = effort + ketergantungan.
D5
Platform: web only, mobile app native, atau PWA?
Nentuin stack & effort besar.
D6
Perlu offline support (sekolah daerah internet jelek)?
Offline-first = kompleksitas besar. Harus diputus awal.
D7
Bahasa: Indonesia only atau multi-bahasa?
i18n kalau perlu, desain dari awal lebih murah.
E Birokrasi 4 pertanyaan
E1
Payment gateway pilihan — Midtrans, Xendit, lainnya?
Sekolah sering bayar via VA/transfer, jarang kartu.
E2
Perlu WhatsApp Business API buat notif wali?
Butuh verifikasi Meta — makan waktu kalender, blokir launch.
E3
Legal: PT, terms of service, kontrak SLA dengan sekolah?
Harus beres sebelum go-live.
E4
Hosting / cloud preference?
Pengaruh ke biaya infra & kepatuhan data.